Posted by imambudiraharjo on February 4, 2010
Oleh: Yusman SD
Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia 2000-2002, dan Chairman Matsushita Gobel Education Foundation
Migrasi atau berpindahnya para ilmuwan dan insinyur terbaik yang dimiliki Indonesia ke negara lain setelah sebelumnya disekolahkan dandiinvestasikan oleh negara dalam program-program pengembangan teknologi merupakan suatu fenomena yang sangat sukar ditemukan solusinya. Di satu sisi, hengkangnya putra-putri terbaik bangsa yang telah menyandang gelar PhD, S2, dan S1 merupakan bentuk kesia-siaan. Di lain pihak, tanpa program pengembangan iptek dengan visi dan grand strategy masa depan yang dapat digunakan sebagai acuan bersama untuk membangun kemampuan rekayasa rancang bangun dan iptek pengolahan sumber daya alam di Indonesia, kehadiran para ilmuwan berbakat juga akan berujung pada penantian sia-sia. Tahun 2002, juara dunia sepak bola, Perancis, ditaklukkan oleh Senegal dalam perebutan Piala Dunia. Sebelas pemain sepak bola terbaik yang dimiliki Senegal sebelumnya telah dikecam oleh pencinta sepak bola dan dianggap tidak nasionalis. Mereka bermigrasi ke klub-klub sepak bola kelas dunia di Eropa untuk berkompetisi. Fenomena migrasi 11 pemain sepak bola ini mirip dengan peristiwa migrasi ilmuwan Indonesia ke negara lain, sebagaimana juga dialami Jerman, Brasil, Amerika Serikat, Perancis, dan Malaysia. … Baca Lanjutannya
Posted in Dunia Teknologi | Tagged: brain drain, ilmuwan Indonesia | 2 Comments »
Posted by imambudiraharjo on February 2, 2010
Oleh: Amir Sambodo
Pendahuluan
Silicon Valley di California, Amerika Serikat, menjadi kiblat dunia bisnis teknologi, karena keberhasilan daerah ini mengembangkan bisnis teknologi tinggi yang didukung oleh Stanford University, para inovator, teknopreneur dan modal ventura. Berkembangnya Silicon Valley sebagai pusat bisnis teknologi tinggi bukanlah terjadi melalui suatu grand design yang dibuat pemerintah atau dunia usaha. Silicon Valley berkembang karena luapan hasil-hasil riset dari Stanford University, yang ditangkap oleh para teknopreneur dan kemudian dimodali oleh para pemodal malaikat (angel investor).
Para imigran yang tertarik untuk mencari emas mendatangi area yang saat ini dikenal sebagai Silicon Valley sekitar tahun 1849. Institusi pendidikan yang menjadi kunci keberhasilan Silicon Valley adalah Stanford University yang didirikan pada tahun 1891. Stanford University menjadi sumber pengembangan ide untuk membangun industri. Industri pertama yang berdiri dimotori oleh David Starr Jordan, presiden Stanford University, adalah Federal Telegraph Company. Pada awal abad ke-20 juga muncul penemuan dan pengembangan dari triode vacuum di Palo Alto yang dipelopori oleh Lee de Forest, kemudian dilanjutkan dua dekade kemudian dengan pertumbuhan industri tabung radio (radio tube). … Baca Lanjutannya
Posted in Dunia Teknologi | Tagged: fairchild, hewlett-packard, intel, modal ventura, semikonduktor, shockley, silicon valley, stanford, teknopreneur | 1 Comment »
Posted by imambudiraharjo on January 31, 2010
Tulisan terdahulu berjudul “Paradoks Kampanye Global Lingkungan Hidup” sedikit menyinggung sikap hipokrit negara-negara maju terhadap upaya pelestarian lingkungan secara global, terutama dukungan transfer teknologi terhadap negara-negara berkembang. Sikap tersebut memberikan kesan yang kuat akan upaya untuk mempertahankan dominasi mereka, terutama di bidang ekonomi. Namun karena masalah lingkungan bersifat mondial dan saling mempengaruhi, maka kurangnya sikap kooperatif tersebut bukannya akan memperkuat hegemoni mereka, tapi justru akan menjerumuskan dunia ke dalam krisis lingkungan yang semakin parah. Tulisan ini berupaya memberikan argumentasi tentang urgensi transfer teknologi bersih dan hemat energi (clean and energy-saving technology) ke negara-negara berkembang, terhadap upaya pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. … Baca Lanjutannya
Posted in Dunia Opini | Tagged: elastisitas pendapatan, kurva logistik, rostow | Leave a Comment »
Posted by imambudiraharjo on January 25, 2010
Tak lama lagi, hajatan akbar sepakbola dunia akan dilangsungkan di Afrika Selatan (Afsel). Mungkin ada yang mempertanyakan, apa sih hebatnya Afrika hingga FIFA sampai mempercayakan pementasan piala dunia di sana? Meskipun orang tidak meragukan talenta pemain-pemain sepak bola asal Afrika yang merumput di berbagai liga utama dunia, tapi kesan bahwa Afrika identik dengan kelaparan dan keterbelakangan tampaknya sulit terlepas dari benak banyak orang. Nah, penyelenggaraan world cup yang pertama kali di benua hitam itu mungkin merupakan bentuk apreasi badan sepak bola dunia terhadap Afrika, yang telah banyak menyumbangkan putra-putranya yang berbakat dalam kancah sepak bola dunia. Dan nampaknya Afsel menjadi pilihan yang tepat untuk menunjukkan bahwa Afrika tidak melulu sama dengan keterbelakangan.
Tulisan ini akan menampilkan salah satu perusahaan asal Afsel, yaitu Sasol, yang sukses mentransformasi diri menjadi pemain kunci dalam industri energi skala global. Eksistensinya sekaligus menjadi bukti bahwa kemandirian (energi) suatu bangsa dapat dicapai dengan visi jangka panjang yang jelas serta komitmen yang kuat dari pemerintah, bukan oleh basa basi politik yang menjemukan. … Baca lanjutannya
Posted in Dunia Batubara | Tagged: CTL, GTL, sasol | Leave a Comment »
Posted by imambudiraharjo on January 19, 2010
Batubara memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah yang banyak, karena permukaannya mempunyai kemampuan mengadsorpsi gas. Meskipun batubara berupa benda padat dan terlihat seperti batu yang keras, tapi di dalamnya banyak sekali terdapat pori-pori yang berukuran lebih kecil dari skala mikron, sehingga batubara ibarat sebuah spon. Kondisi inilah yang menyebabkan permukaan batubara menjadi sedemikian luas sehingga mampu menyerap gas dalam jumlah yang besar. Jika tekanan gas semakin tinggi, maka kemampuan batubara untuk mengadsorpsi gas juga semakin besar.
Gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana, sehingga secara umum gas ini disebut dengan Coal Bed Methane atau disingkat CBM. Dalam klasifikasi energi, CBM termasuk unconventional energy (peringkat 3), bersama-sama dengan tight sand gas, devonian shale gas, dan gas hydrate. High quality gas (peringkat 1) dan low quality gas (peringkat 2) dianggap sebagai conventional gas. Baca Lanjutannya …
Posted in Dunia Batubara | Tagged: batubara, CBM, coal matrix, cleat, thermogenesis, biogenesis, coal gas, coal bed methane, ECBM, enhanced coal bed methane recovery | 3 Comments »
Posted by imambudiraharjo on December 22, 2009
Oleh: DR. Mulyanto, M.Eng*
Alkisah dalam mitologi Yunani, seorang pemuda bernama Icarus mencoba lepas dari Pulau Kreta dan terbang bersama ayahnya, Daedalus, dengan sayap yang terbuat dari lilin. Ayahnya sukses terbang, namun Icarus gagal. Icarus terbang terlalu tinggi mengabaikan peringatan ayahnya. Akibatnya, sayap lilinnya meleleh tersengat panas Matahari. Ia akhirnya jatuh dan mati tenggelam di laut.
Icarus syndrome di atas diasosiasikan orang Korea dengan nasib chaebol (konglomerat Korea) saat krisis ekonomi tahun 1997-yang mereka sebut sebagai krisis IMF. Pasalnya, para pemilik chaebol telah keluar dari semangat awal pengusaha Korea dan menutup telinga dari peringatan pemerintah untuk tidak “terbang” terlalu jauh dalam diversifikasi usaha. Nyatanya, chaebol-chaebol itu membandel dan terbang seperti Icarus, lalu akhirnya jatuh dan mati. Baca Lanjutannya …
Posted in Dunia Opini | Tagged: chaebol, Icarus syndrome, korea, Mulyanto, Samsung, strategi industri | Leave a Comment »
Posted by imambudiraharjo on December 16, 2009
Posted in Dunia Lain | Leave a Comment »