Belajar Memaknai

Urip Mung Mampir Ngombe

Situ Gintung dan Umar

Posted by imambudiraharjo on March 30, 2009

Tanggal 27 Maret 2009 mungkin akan menjadi salah satu hari yang paling diingat oleh bangsa ini. Betapa tidak, pada tanggal itu jam 5 pagi, tsunami lokal akibat jebolnya tanggul Situ Gintung yang terletak di Cirendeu, Tangerang Selatan, telah memakan korban jiwa lebih dari 100 orang dan kerugian harta benda yang tidak sedikit. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Pejabat berwenang pun kemudian segera mengeluarkan keterangan mengenai penyebab bencana yang terjadi di danau buatan yang sudah berusia sekitar 70-an tahun itu. Pada penjelasan awal oleh salah seorang pejabat terkait, dikatakan bahwa hujan yang berlangsung lama pada tanggal 26 Maret 2009 menyebabkan volume air melebihi kapasitas situ dan akhirnya melimpah melewati tanggul. Air limpahan tadi pelan – pelan menggerus kaki tanggul sehingga kekuatan tanggul yang terbuat dari tanah itu berkurang, dan akhirnya bencana pun tak terelakkan. Ditambahkan pula bahwa bila tanggul itu tersusun dari batu sekalipun, hal yang sama juga akan terjadi.

Terlepas dari argumentasi yang disampaikan, yang muncul di benak saya hanya satu hal: TANGGUNG JAWAB.

Siapa pun juga tahu bahwa faktor alam merupakan salah satu penyebab timbulnya bencana. Yang jadi masalah adalah, kenapa persentase kambing hitam banyak dialamatkan ke unsur tersebut. Saya yakin bahwa keberadaan instansi terkait bukan hanya sekedar untuk mendata kedalaman situ, volume air, dan aspek kuantitatif lainnya. Data hanyalah bicara fakta, namun hal yang jauh lebih penting adalah, langkah apa yang harus dilakukan berdasarkan fakta – fakta itu? Misalnya, data mengatakan bahwa tanggul Situ Gintung terbuat dari tanah yang usianya lebih dari 70 tahun, kemudian antara situ Gintung dan DAS sungai Pesanggrahan terdapat kemiringan pada kontur tanah, dengan populasi penduduk yang padat. Kedua contoh data tadi seharusnya memberikan kesimpulan logis kepada pihak terkait untuk melakukan identifikasi dan mitigasi bencana secara efektif. Kenapa? Karena potensi bencana di Situ Gintung itu relatif dapat diperkirakan bila dibandingkan dengan tsunami Desember 2004 di Aceh yang tidak seorang pun dapat memprediksikan kapan datangnya.

Ini sama halnya dengan fakta tentang buruknya kondisi jalan di Jakarta yang sering mengakibatkan kecelakaan pada pengendara sepeda motor. Sudah banyak media yang memberitakan hal itu, namun kondisi jalan juga tidak banyak berubah. Masalahnya jelas disini, yaitu kesenjangan antara fakta dengan penanganan atau antisipasi suatu persoalan. Kalau ditanya mengapa, tentu tidak akan jauh dari alasan bahwa tidak ada dana, atau dananya belum cair, atau basa – basi segepok lainnya yang baunya tidak lepas dari masalah biaya.

Seandainya para pejabat mengingat kisah khalifah kedua, Umar bin Khatab r.a, yang mengungkapkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin di akhirat nanti dengan kata-katanya yang terkenal : “Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad nicaya Umar akan dimintai pertanggungjawabannya, seraya ditanya : Mengapa tidak meratakan jalan untuknya ?” Inilah Umar. Jangankan perikemanusiaan, perikebinatanganpun begitu menggelayuti pikiran beliau akan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh seorang pejabat atau pemimpin. Ironis memang, karena bencana di Situ Gintung maupun kecelakaan di jalan raya itu terjadi di Jakarta dan sekitarnya, yang nota bene berada di depan mata para pejabat pemerintah pusat.

Tidak terbayang bagaimana beratnya beban yang harus dipikul oleh para pejabat itu, ketika korban ataupun keluarga korban nantinya mengadu di pengadilan hari akhir di hadapan Hakim Yang Maha Adil, menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian mereka mengurusi Situ Gintung sehingga terjadi bencana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: