Belajar Memaknai

Urip Mung Mampir Ngombe

Mengapa Saya Suka Membaca Biografi

Posted by imambudiraharjo on November 18, 2009

Biografi adalah suguhan yang unik, menyajikan suka, duka, impian, kerja keras, kegagalan, keberhasilan, romantisme, kekecewaan, spiritualitas, dan segenap seluk beluk sisi kemanusiaan dari sang tokoh yang diangkat. Sebuah narasi kehidupan sepanjang puluhan tahun yang terekam dalam lembaran – lembaran karya sastra, yang kesemuanya akhirnya terangkum dalam satu atau beberapa jilid buku saja. Pantaslah kalau ada yang mengatakan bahwa biografi adalah lipatan sejarah kehidupan seseorang.

Membaca biografi sangat menarik. Liku – liku perjalanan hidup sang tokoh bagaikan sajian prasmanan yang terhidang berderet di depan mata. Saya dapat memilih menu impian dan keberhasilan untuk dikunyah dan diresapi dengan nikmat, sementara di saat yang sama, menu kegagalan dan kekecewaan mungkin akan saya jadikan jamu atau doping agar diri saya lebih kuat dalam melompat menggapai cita – cita yang saya gantungkan di langit harapan.

Dengan membaca biografi, secara tidak langsung saya juga berguru kepada sang tokoh. Maka dengan senang hati saya akan telan pelajaran atau petuah mereka yang menyehatkan. Namun karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa atau to err is human kata orang bule, maka untuk khilaf yang pernah mereka lakukan, cukuplah saya simpan di memori saja untuk saya jadikan rambu – rambu bagi diri sendiri agar berhati – hati dalam melangkah ke depan.

Banyak – banyak membaca biografi juga dapat memperkaya jiwa. Berbagai pengalaman dari banyak tokoh dapat saya kumpulkan sekaligus tanpa saya harus mengalaminya sendiri tentu saja. Coba bayangkan jika saya membaca dan mempelajari perjalanan hidup 10 orang tokoh saja. Taruhlah bila mereka sudah hidup mandiri sejak umur 20 tahun dan bila usia rata – rata mereka 65 tahun, maka hitungan gampangnya, saya sudah membekali diri dengan pengalaman hidup sepanjang 450 tahun. Luar biasa bukan?

Dan terakhir, membaca biografi adalah salah satu upaya saya untuk membuktikan manifestasi keimanan kepada Allah. Kenapa? Karena melalui kitab suci-Nya yaitu Al-Qur’an, Allah menyuruh hamba-Nya untuk pandai – pandai mengambil pelajaran dari keberadaan umat – umat yang terdahulu maupun orang – orang yang telah lalu. Oleh karena itu, bukan sesuatu yang aneh apabila setelah menjelaskan sesuatu hal dalam ayat – ayat Al-Qur’an, Yang Maha Kuasa kemudian mengakhirinya dengan pertanyaan – pertanyaan retoris yang menyentil: Apakah kamu tidak memperhatikan?; Apakah kamu tidak mendengar?; Apakah kamu tidak melihat?; dan lain – lain.

Nah, itulah sebabnya mengapa saya suka membaca biografi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: